PERAN PMII DALAM MENGHADAPI TANTANGAN REVOLUSI 4.0.

Kemajuan teknologi baru yang  mengintegrasikan  dunia fisik, digital dan biologis telah mempengaruhi semua disiplin ilmu, ekonomi, industri dan pemerintah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat pada awal abad 20 telah melahirkan teknologi informasi   dan proses produksi yang dikendalikan secara otomatis. Dengan kata lain, mesin industri telah menggunakan sistem otomatisasi berbasis komputer, yang tentunya tidak lagi semuanya dikendalikan oleh tenaga manusia.

Peran teknologi di era revolusi industri 4.0 mengambil alih hampir sebagian besar  aktivitas perekonomian. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk dalam ranah mempermudah akses informasi dan bahkan gaya hidup manusia itu sendiri. Pada dasarnya, revolusi industri 4.0 menggabungkan mesin, alur kerja dan sistem dengan penerapan jaringan cerdas di sepanjang prosesnya. Revolusi industri 4.0 mampu melenyapkan sejumlah jenis pekerjaan, namun di sisi lain juga menghadirkan jenis pekerjaan baru. Disini PMII sebagai organisasi dinamis harus mampu melahirkan metode yang update diantaranya :

Peningkatan SDM mengenai teknologi dan informasi dalam tubuh PMII

Peningkatan disini merupakan cara yang dilakukan oleh organisasi PMII dengan mengadakan kegiatan-kegiatan yang bersifat pelatihan dan upgrade dari segi informasi dan mempertajam pisau analisis nya seperti webinar membuat sebuah wacana sosial melalui media massa, pelatihan menbuat desain grafis, agar terciptanya kader - kader yang berkompetitif dan inovatif dalam menghadapi tantangan zaman.

Namun syarat hak yang mutlak agar tetap terjaga nya konsistensi dari PMII dalam poros gerak kedinamisan nya dan harus pada koridor dalam menyuarakan aspirasi masyarakat melalui jalan teknologi dan informasi.

PMII sebagai Pelopor dalam memanfaatkan teknologi dan informasi untuk melahirkan inovasi

Telah kita ketahui bersama perkembangan revolusi industri 4.0. daya jangkau teknologi informasi tidak hanya berskala lokal tetapi hingga skala global. Melalui internet, akses informasi dapat dijangkau hingga ke berbagai penjuru dunia. Peluang ini harus dapat di manfaatkan oleh kader-kader PMII saat setiap orang memiliki akses yang tinggi untuk terlibat aktif   untuk memberikan dan membagikan opini kepada pihak lain melalui media sosial online. Situasi ini harus dapat digunakan untuk membentuk opini positif tentang berbagai hal kepada pihak lain. Seperti diantarnya adalah teknologi media sosial dapat dimanfaatkan untuk membentuk komunitas peningkatan intelektual dan rajin berdiskusi di dunia virtual. Walaupun secara geografis berjauhan tetapi didekatkan dengan media social.

Penting nya disini berangkat dari kemajuan teknologi revolusi 4.0. Setiap kader PMII harus mempunyai kemampuan untuk mengolah pengetahuan (knowledge) menjadi   kearifan (wisdom) dalam lingkungan sosialnya akan menentukan tingkat ketahanannya di era informasi. Dengan demikian, tindakan share and resharing informasi telah didasari oleh nilai-nilai etis sehingga tidak akan menciptakan eskalasi kegaduhan publik.



Abdul Khanan