Disuatu sore, seorang santri sedang merenungi keputusan yang sudah diambilnya terkait perjodohannya. Simalakama, itulah yang sedang dialami mafy, seorang santriwati yang sudah mengenyam dunia pesantren selama 6 tahun. Dikehidupannya yang sangat sederhana, tidak pernah terpikirkan olehnya untuk mencari pasangan hidup, karena mafy yakin dengan memperbaiki dirinya, kelak ia akan mendapatkan jodoh yang baik pula.
Suatu hari, ternyata ada seorang santriwan yang tertarik padanya dan selalu mencari tahu tentang dirinya, selisih usianya 6 tahun lebih tua dengan mafy. Santriwan yang menyukainya sangat akrab dengan keluarga kyainya di pondok, bisa dibilang santri ndalem, yaitu santri yang sering membantu dan mendampingi kyai di pondok.
Suatu hari, santriwan tersebut atau yang lebih akrab disapa Ilham, memberikan bingkisan yang berisi makanan kesukaan mafy, Ilham tahu makanan apa yang disukai mafy. Ilham tidak bertemu langsung dengan mafy saat mengantarkan makanannya, ia menitipkannya lewat santri putri yang sengkatan dengan mafy. suatu ketika pada saat ilham menitipkan bingkisan pada teman mafy dan diketahui ibunyainya, beliau menanyakan apa isinya dan pemberian siapa. Ilham tidak bisa mengelak dan berbohong, lalu ilham menceritakan maksud dan perasaannya kepada ibunyai nya (ummi)
Di siang hari yang cerah ketika para santri putri sedang makan di nampan dengan begitu nikmat, mafy tiba-tiba ditimbali (dipanggil) oleh ibunyainya untuk segera menghadap. Dengan sangat kebetulan mafy pun sangat dekat dengan keluarga kyai dan ibunyainya. Dengan kejadian 3 hari yang lalu terkait Ilham yang mengantarkan makanannya kepada mafy, ibunyai menanyakan kepada mafy mengenai hubungannya dengan ilham, akhirnya mafy pun menceritakan yang sebenarnya kepada ibunyainya, bahwa mereka berdua tidak memiliki hubungan apa-apa, hanya saja Ilham yang menyukainya sejak lama. Ummi menyimak dan mengerti apa maksud dari mafy.
Di bulan yang berbeda, lagi lagi mafy dipanggil oleh umminya dan membahas tentang Ilham yang menyukainya sejak lama. Dengan sangat terkejut dan tidak disangka bahwa umminya itu menjodohkan mafy dengan Ilham. mafy mengira dirinya akan kena ta'zir karena sudah menerima makana dari Ilham. Namun perkiraannya salah dan sangat bertolak belakang dengan kejadian nyatanya. umminya berharap agar mafy menerima cinta ilham, karena bentuk ketadziman mafy kepada ibunyai nya mafy menerima ilham karena ibunyai nya sangat senang jika mereka berdua bersatu.
Singkat cerita, liburan sekolah sudah tiba dan mafy jatuh sakit sampai pulang kerumahnya, dengan kesempatan itulah ilham berkunjung kerumah mafy sekaligus menjenguknya. Dari sanalah keluarga mafy mengenal sosok ilham. Berjalan sudah 2 tahun hubungan mereka, ilham ingin mengajak mafy kerumahnya agar diperkenalkan kepada orang tuanya. Ilham selalu membimbing dan mengajari mafy tentang kehidupan, hal itulah yang membuatnya yakin kepada ilham untuk menerima ajakanya ke hubungan yang lebih serius, yaitu menikah. Akhirnya mafy menerima ajakan ilham untuk main kerumahnya dan mengenal lebih dekat.
Setelah semuanya dirancang mengenai pernikahannya, tiba-tiba ayah dari mafy mengetahui bahwa hitungan antara ilham dan mafy kurang bagus (hitungan ilmu jawa) yang jika nanti kalau dilanjutkan akan berujung tidak baik untuk keduanya. Oleh karena itu dengan segera ayah mafy membatalkannya, karena mafy sangat patuh kepada orang tuanya dan dia yakin bahwa orang tuanya akan selalu memberikan hal yang terbaik untuk dirinya, mafy memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan ilham, dan hubungan mereka berakhir tanpa ada sapaan seikitpun.
Simalakama yang dialami mafy yang serba salah, jika menerima Ilham dia tidak mengikuti perintah orang tuanya, tapi jika dia menolak Ilham dia tidak berbakti kepada ibunyainya (guru). Sebuah keputusan yang serba salah Itu lah yang d alami mafy, dia bagaikan santri simalakama yang serba salah.
(((((((
Biografi Penulis :
Nama : Amaliyah Nur Diniyah
TTL : Cirebon, 04 Januari 2000
Alamat : Blok Pahing, Desa Kendal, Kec. Astanajapura, Kab. Cirebon
Jurusan : Pendidikan Agama Islam
Fekultas : Tarbiyah
Kelas : PAI A Semester 2
Angkatan : EL-Mumtaz
0 Komentar