Hari ini adalah hari pertama aku menginjakkan kaki di kost an, kost an ini memiliki 10 kamar dan aku mendapatkan kamar bernomor 9. Aku mempunyai tetangga kamar yang baik dan ramah, namun tidak semuanya ramah kepadaku entah mengapa aku bertemu dengan tetangga yang sangat membuatku merinding jika aku menatapnya. Pernah aku berpapasan denganya kemudian aku mengawal pembicaraan “ assalamualikum mba, teng pundi? ”, dan apa yang kuharapkan tidak terjadi, dia hanya melihat dan melongos pergi, hey aku baru saja di abaikan. Saat ibu kost datang ke kamar ku karena lampu di kamarku mati, ibu kost datang menghampiriku dan bilang “ nak kamu udah kenal dengan tetanggamu ? ”, jawabku “ sampun bu, Alhamdulillah semuanya ramah hehe ”, ibu kost lalu berpamitan setelah bapa kost sudah memperbaiki lampuku. Keesokan harinya aku bangun kesiangan “ sial padahal aku sudah alarm nih hp kenapa tetap saja kesiangan argh ”. pas saat aku membuka pintu kamarku , aku terlonjak kaget “ astaghfirullah mbak, kenapa tiba-tiba ada di depan kamarku?, apakah ada yang bisa dini bantu? ” tanyaku, namun tetanggaku ini diam saja hanya menatap dan pergi. Sepanjang jalan aku bergumam sendiri apakah ada sesuatu atau memang dia tidak menyukaiku?, dipertengahan perkuliahan kesibukan baru dimulai, entah itu tugas dari dosen matakuliah atau dosen dari intensif bahasa. Aku mengikuti organisasi ekstra agar pengetahuanku bukan di akademik saja, entah mengapa aku suka sekali dengan organisasiku orang-orangnya baik, ramah dan tidak pelit untuk memberikan ilmu yang baru aku ketahui.
Saat telah selesai mengikuti kajian sore aku bergegas untuk pulang, namun temanku rina menahanku “ kamu mau kemana din? ”, “ aku mau pulang rin, kenapa? ” tanyaku, “ temani aku ke mall yuk, udah lama nih aku ga kesana hhe mau kan? ”, “ sebenarnya aku gak bisa rin, soalnya aku takut kemalaman pulangnya, taulah cewe kalo ke mall pasti kemana-man ga ingat jam hmm ” jawabku. Namun tetap rina memaksa aku agar aku menemaninya, dia berjanji akan menemani aku pulang sampai kost an, baiklah karena aku juga ingin merefresh otaku agar tidak terlalu tertekan dengan semua tugas yang dosen berikan kepadaku. Saat kita berhenti di kedai café Aku mulai bercerita kepada rina bahwa aku memiliki tetangga kamar yang aneh “ rin tau ga akutuh nemu tetangga kamar yang bener-bener misterius, masa aku baru buka pintu eh dia tiba-tiba ada di depan pintu kamarku coba, gimana ga merinding hmm apakah dia diam-diam menguntitku? ” rina kaget “ serius ? wah din ati-ati ih takutnya ada niat buruk ke kamu ”, “ aku juga selalu waspada sih rin, kan aku sendirian merantau heh tidak ada anggota keluargaku yang kuliah di universitas ini, jadi aku harus selalu waspada dan sellau untuk baik-baik saja hehe, btw habis ini balik yah aku capek ih”, rina tersenyum “ heheh iyaaa iyaa cape yah, tapi aku kepo dengan tetanggamu din ”, “ udahlah gausah kepo-kepoan segala yuk balik ”. sesuai janji rina dia menemaniku pulang sampai kost an dan alhamdulillahnya gerbang kost belum di kunci sama ibu kost, biasanya di kunci tiap jam 21.00, aku berpamitan dengan rina dan aku bergegas masuk ke kost, sebelum aku membuka kunci kamarku, aku melihat dia di depan kamarnya sedang memandangku “ ini kenapa yah ko aku merinding, aduh plis jangan menatapku begitu ” ( bergumam dalam hati ), aku melangkah dengan pelan-pelan tanpa menatap matanya, aku mencoba berani mengawal pembicaraan kembali “ mba lg ngapain? Nungguin siapa ? ” tanyaku, dan yap dia tidak menjawab pertanyaanku, aku bergegas membuka pintu kamarku dan mengunci dari dalam “ huft benar-benar yah mbak itu bikin aku serangan jantung ” kesalku.
Keesokan harinya aku mendapat chat dari teman organisasiku dia biasa dipanggil rey, dia menawarkan untuk menjemput ku di kost an agar aku tidak perlu jalan kaki untuk sampai ke gedung jurusanku, dan aku menerimanya hey siapa sih yang tidak mau mendapatkan tumpangan gratis. Setelah aku selesai siap untuk berangkat karena rey sudah di depan menungguku, saat aku membuka pintu kamarku, aku tidak melihat tetangga kamarku yang misterius itu ada depan kamarku lagi, entah akupun bingung mungkin dia sudah pergi ke kampusnya. Saat aku melangkahkan kaki ku, aku mendengar ada yang memanggil namaku “ din, kamu apakabar? ” tetangga kamarku yang misterius itu yang memanggilku entah kenapa dia begitu “ dalem mbak, Alhamdulillah mbak baik hehe kenapa mbak ? ada yang bisa dini bantu? ” tanyaku, “ ini surat bacalah saat kamu sedang tidak sibuk dengan kegiatanmu di kampus dan organisasimu, tolong baca yah ” pintanya. Dan aku hanya mengangguk menatap bingung apakah surat ini penting? Entahlah aku tidak terlalu kepo dengan surat itu, mungkin mau minjam uang tapi tidak mau berbicara langsung.
“ uh hari ini benar-benar cape ” aku merebahkan badanku di kasur, seketika aku ingat dengan surat itu lantas aku langsung mengambil surat itu dari tasku “ sayangku dini.. maafkan aku yang tiba-tiba meningalkanmu tanpa alasan yang jelas, maafkan aku yang sudah berhianat maafkanku yang bodoh ini, jujur semenjak aku mengambil beasiswa di universitas yang aku inginkan, aku bertemu dengan seorang wanita yang benar-benar baik, cantik dan membuatku semangat dalam aktivitas keseharianku saat kuliah, dan aku sering mengabaikanmu pura-pura sibuk dengan tugas kelompokku, padahal aku bersenang-senang dengan wanita lain. Aku sadar bahwa apa yang aku lakukan itu tidak baik untuk hubungan kita maafkan aku, aku merasa bersalah padamu din, apa yang aku lakukan itu bodoh sekali maafkan aku yang baru mengabarimu hanya lewat surat yang aku titipkan kepada kakaku. Aku masih sayang padamu din, entah kenapa perasaan ini masih ada, aku seminggu lagi akan pulang ke Indonesia menemuimu dan aku ingin segera melamarmu. Tunggu aku pulang, raynold akan selalu setia dan selalu bersamamu, aku ingin menua denganmu tunggulah aku pulang”, seketika aku menangis entah kenapa dadaku merasa sakit “ kenapa baru sekarang surat ini sampai padaku? Kenapa kamu pergi meninggalkanku? Mana janjimu ray mana ? aku selalu menunggumu disini tempat pertama kita bertemu, aku bertanya-tanya kapan kamu pulang, kapan kamu akan mendengarkan ceritaku lagi tentang kekonyolan kita buat, kenangan kita !, kamu bohong! Aku membencimu ray ” saat itu kost an ku sepi jadi tidak ada yang mendengarkan aku yang menangis karena baru pertama kali mendapatkan surat dari orang yang aku sayang, namun dia telah tiada sungguh aku menyesali semua kejadian yang menimpaku, jikalau saja dia tidak terbang ke Indonesia mungkin saja dia selamat dan masih hidup untuk menemui diriku.
Semalaman aku tidak tidur, aku merindukan dia dengan sejuta kenangan bersamaku. Aku mencoba mencari mbak yang ternyata kakanya raynold, aku kira raynold tidak mempunyai saudara perempuan, mbak udah ada di depan dengan koper yang berisi barangnya “ mbak tunggu, mbak ternyata kakanya raynold? Kenapa tidak bilang lebih awal padaku? Kenapa baru sekarang? ” tanyaku selagi mecegatnya pergi, “ maafkan aku din, aku hanya ingin mengantarkan surat ini untukmu karena raynold yang memintanya sebelum kecelakaan, surat ini ray sudah menigirimkanya padaku sebelum terjadi kecelakaan, dia sengaja untuk aku menjaga suratnya dan menunggu ray untuk segera mengirimkanya langsung padamu maafkan aku din. Kamu harus ikhlas dan maafkanlah dia din, aku pamit semoga kamu selalu bahagia ” jawabnya, saat ini aku mulai menyadari bahwasanya takdir tuhan akan selalu berubah dengan pemikiran kita, yang tadinya kita percaya bahwa kita ditakdirkan bersama nyatanya salah, tuhan punya rencana lain untukku, aku harus bangkit mulai sekarang aku harus benar-benar untuk melupakamu perlahan-lahan ray, sekarang aku sendiri menatap bayanganmu yang telah pergi.
BIOGRAFI PENULIS
Namaku Dini Fitriani biasa dipanggil dini, aku lahir di Cirebon 17 oktober 2000 anak pertama dari tiga bersaudara. Aku baru berkuliah di Iain Syehk NurJati Cirebon.
0 Komentar