Pada suatu hari, di tahun ajaran baru dimana waktu itu Ani mendaftar salah satu Universitas terfavorit akhirnya ia keterima dan lolos seleksi ditahap awal dan akhir disalah satu perguruan tinggi yang di inginkan dengan hasil nilai yang memuaskan, pada suatu hari tiba-tiba ia bertemu dengan pujaan hatinya dimasa SMA dulu ternyata ia juga keterima di salah satu Universitas ternama yang sama dengan Ani ia bernama Bagas, Bagas adalah seorang sahabat terbaik Ani sejak sekolah, setelah bertemu mereka berbincang bareng membahas daftar ulang dan cerita-cerita pengalamannya saat masih SMA, Ani mengetahui bahwa Bagas adalah seorang siswa yang berparas tampan, berprestasi, penuh pengertian, baik hati di kelasnya.

      Bagas sangat populer di sekolahnya banyak temen Bagas yang mengidolakan Bagas tapi Bagas hanya dapat berteman dengan Ani saja karena mereka satu jurusan beda kelas ia kerap disapa akrab dengan sapaan ikan cupang oleh Ani karena ia punya banyak koleksi ikan cupang dirumahnya, Ani disapa dengan sebutan bunga desa karena parasnya yang cantik jelita ia sama-sama memiliki ketertarikan di bidang keolahragaan terutama dunia perbasketan maka dari itu disaat masuk ke perguruan tinggi mereka berdua berniat untuk melakukan pendaftaran ke stand Unit Kemahasiswaan (UKM) Basket dipandu oleh kakak seniornya pada saat kegiatan masa pekan ta’aruf (pengenalan) Mahasiswa Baru berlangsung di Aula lalu ia segera pergi ke stand Ani dan Bagas mengisi formulir pendaftaran.

       Ani dan Bagas menyapa kakak seniornya: ‘’Assalammu’alaikum wr.wb kak senior’’ ucap mereka berdua.

      Kak Senior pun menjawab:’’Wa’alaikumsalam wr.wb iya dek gimana, ada yang bisa kami bantu, atau mau nanya seputar tentang dunia basket?’’.

       Ani dan Bagas mengatakan kepada seniornya: ‘’Ka untuk basket sendiri latihan hari apa, jam berapa, tempatnya dimana dan ada seleksinya tidak?’’.

       Kakak Senior pun menjawabnya dengan santai: ‘’Oh iya kita latihan basket dua hari dalam seminggu, jamnya sekitar tiga sore, untuk tempatnya sendiri sesuai kondisi, kebetulan di basket kita tidak ada seleksi dek’’.

       Okey kak, terima kasih ‘’ujar Ani dan Bagas’’.

       Kak Senior berkata: ‘’Ada lagi tidak dek pertanyaannya yang ingin ditanyakan lagi?’’. 

      Ouwh  sudah dicukupkan saja, terima kasih atas jawabannya kakak’’ucap Ani dan Bagas’’.

      Kakak Senior: ‘’Okey sama-sama, jangan lupa diisi untuk formulir pendaftarannya’’.

Ani dan Bagas :’’Baik ka, saya semakin yakin untuk bergabung di UKM Basket ka, karena dari SMP hobi saya main basket, saya udah tidak sabar lagi nih ingin cepat latihan hehehe (sambil tersenyum)’’.

      Kakak Senior: ‘’Wah semangat sekali dek, sampai-sampai udah gak sabaran untuk ikut latihan begitu’’.

      Ani dan Bagas: Hihihi iya ka (sambil menatap kakak kelasnya).

      Akhirnya setelah mendaftar UKM mereka berdua akhirnya masuk ke kelasnya masing-masing, disana ia di beri pemahaman tentang dunia perkuliahan, mulai dari sarana prasarana, kegiatan yang ada dikampus, organisasi yang ada di kampus dan keadaan kampusnya.

Setelah selesai mengikuti masa pekan ta’aruf Ani dan Bagas di instruksikan untuk persiapan penetapan kelas oleh dosen di masing-masing jurusannya, waktu demi waktu pas dibagi kelasnya ternyata Ani dan Bagas berbeda kelas meski satu jurusan. Disini pun perasaan Ani sedih dan penuh luka harus berbeda kelas, padahal kelasnya samping-sampingan.

      Hari demi hari Ani dan Bagas mengikuti mata kuliah yang diambil sesuai jadwalnya lalu mereka serius mendengarkan dan menerima pembelajaran dari dosen mata kuliahnya. Usut punya usut ternyata seorang Bagas ini menyukai Nina temen sekelasnya karena semenjak  ia deket dan mereka kenalan sama-sama nyaman, ternyata Bagas dan Nina juga memiliki rasa yang sama, disini Bagas mengungkapkan perasaannya kepada Nina nah ya udah deh 

Perasaan Ani rasannya hancur berkeping-keping 

Aku belum pantas menjadi yang terbaik buat dia 

Aku hanya bisa menggagumi saja

Tidak bisa untuk ku miliki cintanya hanya sebatas suka karena mencintai dia yang tak kunjung peka

Aku benci cowok fuck boy’’ ujar Ani’’. Ani sudah mengetahui sikap Bagas sebenarnya ternyata ia mendekati banyak perempuan selain dirinya.

Perasaanku kacau karena cintaku bertepuk sebelah tangan

Tanpa sebuah kepastian

Karena ia hanya pemberian harapan 

Tanpa Kejelasan

     Ani pun langsung menangis karena patah hati melihat Bagas dan Nina mengobrol dikelas berduaan dengan asyik. Tiba-tiba Bagas menoleh keluar mata sorotnya menuju ke Ani yang sedang menangis.

Bagas bertanya: ‘’Mengapa kau menangis Ani?’’.

Ani menjawab: ‘’Tak apa ko’’ (sambil mengusap air matanya dengan tisu).

Bagas nanya lagi: ‘’Pasti ada sesuatu yah ayokk cerita kepadaku sahabatku’’.

     Ani langsung lari keluar dari kampus meninggalkan kelas kebetulan juga waktunya istirahat. Disini perasaan Ani cemburu banget syok melihat keadaan yang sudah terjadi.

    Bagas terus menghampiri dan mengejar Ani yang keluar kampus tadi dan mencarinya sedangkan Nina ditinggalkan sendirian di kelas begitu saja oleh Bagas. Bagas terus mencari Ani tapi tak kunjung bertemu akhirnya ia balik lagi ke kelas menemui Nina.

Nina berkata:’’Sudah biarkan saja Ani menenangkan diri sendiri supaya tenang gas’’

Bagas: ‘’Baiklah’’.

     Memang Ani sangat tulus mencintai Bagas dari sejak SMA tetapi tak kunjung di balas cintanya, harapan ia telah pupus di penghujung cerita. Walaupun cinta Ani telah pupus setidaknya terima kasih sudah mewarnai hidupku dalam suka dan duka sekarang ku sadar Mencintai seseorang jangan terlalu berharap nanti 

Akan menyesal dikemudian hari karena patah hati

Karena cinta sejati

Tidak bisa dipaksakan oleh hati


BIOGRAFI PENULIS

Nama: Nurulita Arliyani

Tempat Tanggal Lahir: Bekasi,25 Februari 2000

Perguruan Tinggi: IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Status: Mahasiswi

Jurusan: Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Hobi: Basket, Badminton, Dengerin Musik dan Diskusi

Motto hidup: Jadilah orang yang bermanfaat untuk masyarakat, Bukannya malah sebaliknya yang memanfaatkan keadaan.