Pada akhir tahun ajaran di Madrasah Tsanawiyah Negeri kelas 9, saya berkeinginan untuk melanjutkan kuliahnya ke pondok pesantren, awalnya Saya ingin ke pondok penghafal Quran karena saya ingin sekali melanjutkan hafalan pada waktu MTS dan memperdalam ilmu Agama akan tetapi salah satu dari keluarga saya tidak mengizinkannya karena dikhawatirkan mengenai masalah ekonomi atau biaya dan berfikir kelak kedepannya jika tidak melanjutkan kuliah dihawatirkan mencari kerjanya susah. Dari situlah Salah satu keluarga saya tidak mengizinkannya.

          Awalnya saya mencoba membujuk ayah saya agar mengizinkannya, sebenarnya ayah dan ibu saya mengizinkan nya akan tetapi ayah saya tidak berani berbuat apa-apa karena yang bertanggung jawab atas biaya sekolah saya yaitu kakak yang sedang bekerja sebagai TKW, dialah keluarga saya yang tidak mengizinkannya, sehingga ayah saya pun tidak mengizinkannya juga. Beberapa hari hampir 1 minggu saya mengurung diri di kamar sambil menangis karena saya benar-benar ingin sekali Pesantren sehingga bapak dan ibu saya merasa kasihan dan bingung harus bagaimana.

          Setelah saya mengurung diri di kamar, lalu saudara saya yang sudah dianggap sebagai Kakak sendiri menemui saya kemudian menasehatinya. “ Seharusnya sikap kamu tidak seperti itu (mengurung diri) karena bisa mengakibatkan beban bagi orang tua dan keluarga kamu, lebih baik kamu fokus dulu sama ujian dan belajar yang rajin” ujar saudara. Kemudian saya pun sadar bahwa yang dilakukannya tidak baik lalu saya kembali ceria dan fokus belajar.

Singkat cerita

          Setelah ujian selesai dan menjelang perpisahan sekolah, saya kepikiran kembali mengenai keinginannya, lalu saya mencoba membujuk kembali dengan cara baik baik meminta izin kepada keluarga ingin lanjut ke pesantren. Akhirnya ayah dan ibu saya merasa kasihan jika keinginannya tidak terwujud yaitu ingin lanjut ke pesantren. Kemudian ayah membicarakan kembali kepada kakak saya mengenai hal itu, akan tetapi tetapi  tidak mengizinkannya lalu ayah saya mencoba membujuk kembali dengan cara menasehati nya dan memberi masukkan bahwa yang dilakukan adiknya itu suatu perbuatan yang mulia yaitu ingin memperdalam ilmu agama.

          Pada akhirnya hati kakak saya Lulu lalu mengizinkannya dan bertanggung jawab membiayainya sampai lulus. Mendengar hal tersebut Saya senang sekali akhirnya mereka semua mengizinkan walaupun  ayah saya lebih mengarahkannya ke pesantren Salaf daripada Pesantren Quran. Dari situlah saya ingin belajar dengan sungguh-sungguh dan membahagiakan orang tua serta keluarga dan saya sangat bersyukur karena diberikan kesempatan pesantren karena di pesantren lah dimana kita dilatih hidup mandiri, sederhana, kesabaran serta mengajarkan semua ilmu salah satunya mengenai pentingnya adab terhadap siapapun termasuk orang tua dan guru.

Singkat cerita

         Akhirnya saya bisa sekolah sambil mondok sampai lulus dan bisa melanjutkan ke perguruan tinggi.


Biografi

Riwayat Hidup

Nama : Carini

Ttl : Cirebon, 29 Januari 2001

Alamat : Ds. Mertasinga Kec. Gunung jati Kab. Cirebon

Motto : meninggalkan sesuatu yang buruk dan diganti dengan sesuatu yang baik


Riwayat Pendidikan

SDN 1 MERTASINGA

MTsN 1 Kota Cirebon

MAN 2 Cirebon Babakan Ciwaringin

IAIN SyekhNurjati Cirebon