MAHASISWA HARUS BERORGANISASI

BER PMII ADALAH SOLUSI!!!

(Mahasiswa Harus Berorganisasi) Mahasiswa adalah salah satu komponen penting dari suatu perguruan tinggi atau universitas. Menjadi mahasiswa tentunya bukan sesuatu hal yang mudah, tetapi dengan menjadi mahasiswa seseorang bisa berkesempatan untuk lebih banyak belajar sekaligus mengembangkan potensi diri. Hal tersebut bisa dipelajari salah satunya dengan cara mengikuti dan aktif dalam suatu organisasi, karena banyak sekali keuntungan dari organisasi untuk mahasiswa.

Organisasi mampu mengembangkan diri kamu dengan cara yang lebih bebas dan luas. Tentunya mahasiswa yang mengikuti suatu organisasi akan berbeda dengan mahasiswa yang hanya belajar di kelas saja. Organisasi dapat melatih kedisiplinan, keberanian dan mengembangkan kemampuan. Baik kemampuan yang sederhana maupun kemampuan yang baru dan berbeda dari kebanyakan orang.

Dengan berorganisasi diharapkan bisa mencapai tujuan bersama yang efisien dan efektif. Setiap anggota organisasi memiliki peranannya masing-masing sesuai dengan job desk yang dimiliki. Masih banyak orang beranggapan bahwa berorganisasi merupakan hal yang merepotkan. Padahal, di organisasilah kita akan belajar bagaimana bekerja sama dalam tim untuk menyelesaikan suatu masalah.

(Ber PMII adalah Solusi) Kenapa kita sebagai mahasiswa harus ikut organisasi? dengan berorganisasi kita bisa dapat menambah pengalaman yang tidak bisa kita dapatkan di dalam bangku perkuliahan. Dan menambah sirkel pertemanan, dan juga berorganisasi akan memberikan ruang kepada mahasiswa untuk berkreasi dan beraktifitas secara luas.

Diantara banyaknya organisasi yang ada, Salah satu organisasi ekstra kampus yang "recommended" untuk diikuti adalah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Kenapa harus PMII, karna dengan berorganisasi PMII banyak manfaat yang didapatkan dan menjadi solusi teman – teman mahasiswa untuk bisa mengekspresikan apapun terutama dalam bidang kemahasiswaan.

PMII adalah organisasi yang jelas ke Islamannya  dan tidak dapat di ragukan, karna PMII sayap organisasi NU di bidang kemahasiswaan. Dengan aktif di PMII, sanad ke NUan mahasiswa tidak terputus. Dan juga menganut paham Ahlus sunnah Waljamaah.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) lahir karena menjadi suatu kebutuhan dalam menjawab tantangan zaman. Berdirinya organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia bermula dengan adanya hasrat kuat para mahasiswa NU untuk mendirikan organisasi mahasiswa yang berideologi Ahlusssunnah wal Jama’ah.

PMII mengasah kemampuan akademik  dan dan non-akademik. PMII mempunyai cangkupan kajian ilmu yang luas dan dalam, seperti kajian kemahasiswaan, keislaman, ke indonesian. PMII juga membekali kadernya untuk mempelajari materi-materi lintas keilmuan (inter-multidisipliner). Semuanya bertujuan untuk membangun nalar kritis (critical thinking). Sehingga  ketika berada dalam sebuah diskusi dapat menghidupkan suasana dan meberikan sumbangsih pemikiran kepada teman-teman.

Dalam ber PMII kita di latih untuk memiliki skill kepemimpinan (leadership), bicara di depan publik (public speaking), teknik lobi (lobbying), orasi, metode fasilitasi forum, jurnalistik, manajemen organisasi, dan masih banyak hal lainnya. Kita mustahil menemukan materi-materi mahal tersebut di dalam kelas perkuliahan

Dengan ber PMII kita di latih kepekaan terhadap lingkungan sekitar, melihat keresahan masyarakat dan persoalan yang ada di masyarakat oleh karna itu mahasiswa yang tergabung di PMII, maka bisa menemani masyarakat serta mencarikan solusinya. Kita di ajarkan membangun kepekaan, bukan saja simpati akan tetapi empati yang di sertai tindakan dan kerja nyata.

Belajar tanggung jawab sosial dengan jargon Zikir, Fikir, dan Amal Sholeh, PMII mendidik kadernya untuk responsif terhadap isu-isu krusial yang sedang hangat di perbincangkan masyarakat. Belajar menjadi agen perubahan mahasiswa adalah agen perubahan sosial (agent social of change). Melalui sistem kaderisasi yang matang, PMII mencetak kadernya untuk menjadi orang yang solutif di lingkungannya. Sebagai kaum millenial di jaman sekarang dan sebagai kaum cerdik-cendekia, tidak elok ketika mahasiswa hanya melontarkan kritik tanpa aksi kongkrit. 

Salam Mahasiswa, Salam Pergerakan...

Penulis : Idrus Malawie