Pembacaan proklamasi kemerdekaan pertama yang terjadi pada tanggal 15 Agustus di Kota Cirebon Jawa Barat, merupakan salah satu bentuk sejarah yang tidak banyak di ketahui orang, yakni dua hari sebelum pembacaan Proklamasi yang di bacakan oleh Soekarno Hatta. Sebelum memebahas lebih jauh mengenai pembacaan proklamasi pertama, tahukah kamu arti dari proklamasi sendiri ?

Proklamasi merupakan pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh orang berwenang untuk membuat pengumuman suatu hal. Saat ini proklamasi di gunakan dalam rangka pemerintah beberapa negara dan biasanya di keluarkan atas nama kepala negara.

Kembali masuk kepada point utama yakni pembacaan naskah Proklamasi Indonesia yang berlangsung di alun-alun Kejaksan, Jalan Kartini, Kota Cirebon. Teks Proklamasi tersebut di bacakan oleh Dr.Soedarsono, ia adalah sosok sentral pertama yang membajakan naskah proklamasi, beliau merupakan kawan dekat dari Mohammad Hatta. Pasa masanya Dr.Soedarsosno merupakan seorang dokter di Rumah Sakit Oranje yang kini telah beralih nama menjadi RSD Gunung Jati Kota Cirebon. Beliau ini merupakan kader Pendidikan nasional di bawah kepemimpinan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir. Tugu Kejaksan menjadi saksi bisu dari perjuangan para pahlawan untuk membaca teks Proklamasi dengan di hadiri 100 hingga 150 orang.

Lalu mengapa Cirebon di pilih dan di percayai sebagai kota pertama pembacaan naskah Proklamasi sebelum tanggal patennya yakni 17 Agustus 1945 ?

Hal ini menjadi perdebatan antara golongan muda dan Soekarno karna sedikit perbedaan pendapat, yakni golongan muda yang ingin cepat-cepat di bacakan Proklamasi namun Soekarno tidak mau gegabah mengambil keputusan. Keputusan yang menjadikan Cirebon sebagai kota pertama di bacakannnya teks Proklamasi di buat bukan tanpa alasan, namun di karenakan situasi dan kondisi pada saat itu yang di anggap sentral gerakan yang masih aman dan lokasinya yang dekat dengan Jakarta sehingga di putuskan bahwa teks proklamasi di bacakan pada dua hari sebelumnya di Cirebon.

“ Cirebon di pilih karena saat itu di anggap masih aman dari penjajahan Jepang ”



Hal ini terjadi berawal dari keputusan Sutan Sjahrir karena pada saat itu beliau mendengarkan radio BBC pada tanggal 14 Agustus 1945, ia menerima berita kekalahan Jepang pada sekutu. Namun Sutan Sjahrir mengambil keputusan bahwa naskah atau teks Proklamasi harus segera di bacakan yang sebenarnya ia pun menunggu penandatanganan oleh Soekarno dan Mohammad Hatta. Ini merupakan sejarah yang tidak banyak di ketahui khalayak ramai karena yang mereka tahu pembacaan teks Proklamasi hanyalah terjadi pada 17 Agustus, namun dari sini mungkin kalian berfikir mengapa tanggal 17 Agustus di jadikan hari Proklamasi namun pembacaan pertamanya pada tanggal 15 Agustus. Dikarenakan dalam al-qur’an di turunkan 17 ramadhan dan di hari jum’at dengan jumlah rakat shalat yakni lima waktu dengan 17 rakaat, ini merupakan tanggal baik menurut Soekarno.

 Oleh: Riska Meliya

 Referensi:

Adi, W. (2021, 8 15). Sejarah Hari ini. 15 Agustus 1945 Proklamasi Kemerdekaan Pertama Indonesia di Cirebon, p. 4.

detik, n. (2023, Agustus 12). Peristiwa Bersejarah Sepanjang Agustus 1945, Sebelum dan Setelah Proklamasi 17 Agustus.

Mutuarasari, K. A. (2023, juli 21). Mengapa 17 agustus di jadikan kemerdekaan RI? Ini Penjelasannya.

Prayitno, P. (2023, 8 15). 15 agustus 1945 dan Peristiwa Pembacaan Teks Proklamasi di Cirebon.