Ilustrator: Shangyang Daffa Adji

Pelecehan Melalui Media Sosial


Pelecehan seksual adalah perilaku atau sikap yang tidak mengandung moral bahkan mempunyai tujuan untuk memuaskan nafsu pribadi atau sekelompok orang. Pelecehan ini kerap dilakukan oleh tersangka di rana publik atau media social bahkan tidak memandang pakaian syar’I atau seksipelecehan ini kerap dilakukan di tempat sepih, akan tetapi mirisnya pelecehan pun bisa dilakukan di tempat ramaiseperti bus umumpasar, mall dan lain sebagainya.


Media social menjadi sasaran yang sangat hangat dilakukan oleh tersangka. Dan beberapa minggu yang lalu terjadi kembali pelecehan seksual di media social dengan menggunakan akun pribadi orang lain di instagram atau bisa disebut akun Fake. Yang sangat di rungikan adalah korban dan mayoritas yang menjadi korban yaitu perempuanbukan hanya itu foto yang terdapat di akun tersebut pun dirugikan dan dipermalukan dengan kasus pelecehan seksual ini. Perempuan memang menjadi sasaran yang paling beruntung bagi laki-laki yang tidak mempunyai hati nuraniBahkan dikarenakan adanya pelecehan seksual di media socialkorban banyak yang enggan untuk bercerita dikarenakan takutdan khawatir privasinya terlihat oleh kebanyakan orang. Padahal adanya Koprs PMII Puteri ini bertujuan untuk membuka peluang para perempuan ataupun laki-laki yang menjadi korban pelecehan seksual agar bercerita bukan hanya itu Koprs PMII Puteri ini juga membuka peluang untuk curhat megenai problematika apapun.


Pelecehan seksual ini bukan hanya perempuan yang menjadi korban akan tetapi laki-lakimaka dari itu pelecehan seksual di media social sangat mudah dilakukan tersangka karena komunikasi yang paling muda dilakukan demi kenikmatan pribadinya sendiriPelecehan seksual di media social ini bisakita atasi dengan cara sebagai berikut :

1. Ketika anda menggunakan akun media social berupa InstagramFbWhatsApp dan lain sebagainya behati-hatilah jika ada yang meminta pertemanan atau chat. Sebelum anda membalas dan menerima pertemanan maka dilihat terlebih dahulu profil dan yang mengikutinyaditakutkan itu adalah akun fake. Jika berupa nomer baru melalui WhatsApp maka cek terlebih dahulu profil dan apakah pernah satu grup
2. Jika anda terlanjur terjebak oleh akun tersebut makalangsung blok
3. Jika anda sudah menjadi korban dikarenakan akun tersebut maka laporkan dan memberikan bukti kepada pihak yang berwajib

4. Jika anda bingung dan takut maka berceritalah kepada orang yang menurut anda mampu dan dapat di percaya agar membantu anda.


Pelecehan seksual di media social sudah menjadi salah satu halyang sangat memprihatinkan dikarenakan mental korban terganggu bahkan kerap sekali korban enggan untuk menunjukan identitasnya di media social dikarenakan trauma yang berkepanjangan.


Bahkan pemerintah sudah mengatur Berdasarkan Pasal 27 ayat (1), pelecehan di social media bisa dikategorikan sebagai muatan informasi elektronik yang mengandung pelanggaran kesusilaan. Oleh karena ituseperti dijelaskan dalam Pasal 1 angka 1 UU 19/2016, pelaku pelecehan seksual lewat social media bisa dikenakan pidana penjara paling lama 6 (enamtahun dan/atau denda paling banyak sebesar Rp. 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah).

Itulah beberapa yang bisa saya berikan untuk sahabat-sahabat marilah kita budayakan manusia memanusiakan dengan cara budi pekerti dan adab social.


Sahabat Putri Kader PMII Rayon Pelangi Tarbiyah