Dokumentasi GMJB Cirebon
Sedikit cerita tentang Gerakan Malam Jum'at Berbagi. Menurut beberapa sumber mengatakan bahwasanya peduli tak bisa lepas dari berbagi. Berbagi dan peduli ibarat dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan. Setelah ada rasa peduli dan berbagi, timbullah rasa cinta, yang mana cinta itu butuh pengorbanan.
Didalam pengorbanan tersebut kita dapat mengasihi apa yg kita punya. Ketika yang dikorbankan adalah derajatnya untuk meningkatkan derajat orang lain, disinilah keindahan berbagi daripada sekedar menerima. Berbagi yang dilandasi oleh cinta yang tulus akan membuahkan keserupaan. Seperti sepasang kekasih yang menjalin cinta, banyak yang mengatakan kalau satu pasangan ada indikasi kesamaan. Ntah dari wajah, kebiasaan, tindakan, ataupun kesukaan. Mereka yang saling berbagi akan memiliki kepekaan yang tinggi untuk memahami kebutuhan dan keinginan lingkungan sekitar.
Dalam aspek spiritual dikatakan, semakin mau manusia berbagi apa yang ia miliki, semakin ia mendekati sifat sang Khalik. Kalau dahulu kita sering dengar bahwa berbagi tidak harus diketahui orang lain, karna mengindikasikan riya dan sebagainya. Lain halnya dengan Gerakan Malam Jum'at Berbagi (GMJB).
Di GMJB kita mendokumentasikan kegiatan berbagi, kemudian membagikannya ke media sosial yang kita punya dengan tujuan untuk diketahui oleh banyak orang, bahwa masih ada banyak saudara kita yang hidup jauh dari kata layak. Tidur di pinggir jalan, berteduh diemperan toko perkotaan, dan berjalan mencari barang bekas untuk ditukar dengan uang agar bisa makan. Ya, begitulah potret kehidupan masyarakat pinggiran kota.
Adanya dokumentasi bukan popularitas eksistensi yg dikedepankan di gerakan ini, akan tetapi itu merupakan bentuk refleksi dari sebuah kehidupan yg semestinya terjadi (saling berbagi peduli-kasih). Karena dewasa ini kita sering dijejali berita-berita yang tidak pantas untuk dijadikan pelajaran atau suri tauladan bagi para pembacanya, dan hal tersebut akan mendorong stigma negatif bahwasanya kita tak bisa hidup rukun berdampingan, karena sering terjadinya konflik yang tak berkesudahan.
Nah, sudah saatnya dewasa ini kita saling peduli dan didasari dengan adanya cinta-kasih yang tulus dari hati. Agar kita mempunyai jiwa yang jauh dari sifat hewani. Semoga Gerakan Malam Jum'at Berbagi ini menjadi proses awal untuk melangkahkan kaki demi terciptanya masyarakat yang harmoni....
Abu Marfu Mustofa
Cirebon, 23 Januari 2020

0 Komentar