Seputar Hari Hak Konsumen Sedunia 15 Maret: Makna, Sejarah, dan Tema  


Media Rayon- Tanggal 15 Maret setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Hak Konsumen Sedunia atau World Consumer Rights Day. Tahun 2023 ini, tema yang diusung adalah"Empowering consumers through clean energy transitions". Hari Hak Konsumen Sedunia digalakkan sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran global tentang hak dan kebutuhan konsumen.

Merayakan Hari Hak Konsumen Sedunia adalah kesempatan untuk menuntut agar hak-hak semua konsumen dihormati dan dilindungi, dan untuk memprotes penyalahgunaan pasar dan ketidakadilan sosial yang merusak hak-hak tersebut.

Hari Hak Konsumen Sedunia diakui dan diakreditasi secara global oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Selama 40 tahun, Consumers International telah menjalankan kampanye, menyatukan gerakan konsumen untuk merayakan bersama.

Consumers International Members juga membantu memilih topik kampanye setiap tahun untuk membantu memobilisasi aksi global pada masalah mendesak yang berdampak pada konsumen. Berikut ulasan selengkapnya.

"Sejarah Hari Hak Konsumen Sedunia"

 Setiap tahunnya, pada tanggal 15 Maret diperingati sebagai Hari Hak Konsumen Sedunia.

Presiden John F. Kennedy adalah kekuatan pendorong di balik penciptaan Hari Hak Konsumen Sedunia. Dirinya berpidato di Kongres Amerika Serikat pada 15 Maret 1962, dan secara eksplisit membahas topik hak-hak konsumen.

Dia adalah pemimpin pertama di dunia yang melakukan hal tersebut. Hari Hak Konsumen Sedunia pun pertama kali diperingati pada tahun 1983. Sejak saat itu, Hari Hak Konsumen Sedunia diperingati secara global pada tanggal 15 Maret setiap tahunnya.

Hari Hak Konsumen Sedunia adalah acara internasional tahunan yang menandakan perayaan dan solidaritas dalam gerakan konsumen internasional, menuntut agar hak konsumen dihormati dan dilindungi. Acara ini juga memberikan kesempatan untuk memprotes penyalahgunaan pasar dan ketidakadilan sosial yang merongrong hak-hak tersebut.

'Tema Hari Hak Konsumen Sedunia Tahun 2023"

Setiap tahun, Hari Hak Konsumen Sedunia mengadopsi sebuah tema yang akan disorot dan didiskusikan. Tahun ini tema yang diusung adalah Empowering Consumers Through Clean Energy Transitions (Memberdayakan Konsumen Melalui Transisi Energi Bersih).

Bersama-sama untuk perubahan dalam transisi energi, peringatan ini akan mendukung konsumen melalui krisis biaya hidup dan membantu memenuhi target nol bersih dengan mempromosikan akses ke energi berkelanjutan secara global.

Sebagian besar ekonomi menghadapi krisis energi yang semakin dalam secara global yang memiliki dampak khusus tak terhingga pada konsumen yang rentan. Harga energi global akan naik sebesar 50% pada akhir tahun 2022 dan akan tetap tinggi pada tahun 2023.

Bersamaan dengan kenaikan harga pangan dan keuangan, konsumen di mana pun secara radikal akan mengubah gaya hidup mereka untuk mengakses kebutuhan esensial. Memang, dalam survei wawasan global yang terdapat dalam consumersinternational.org, 81% melaporkan bahwa konsumen menyesuaikan anggaran mereka agar dapat membayar tagihan energinya.

Tantangan hari ini adalah membantu konsumen melalui kesulitan saat ini sambil memungkinkan adanya transisi cepat yang menjamin keberlanjutan, keamanan, dan keterjangkauan dalam jangka panjang.

Meningkatkan akses ke energi yang terjangkau, berkelanjutan, dan modern juga akan memainkan peran utama dalam mencegah bencana perubahan iklim dengan pergeseran konsumsi yang sekarang diakui dan diperkirakan akan mengurangi emisi gas rumah kaca di masa mendatang sebesar 40-70%.


Sumber : Merdeka. com