Hukum Merayakan Isra Mi'raj
Semua perjalanan Nabi Muhammad memiliki kisah yang luar biasa untuk terus dikenang dan diteladani. Tidak hanya perihal keikhlasannya dalam berdakwah, namun juga kesabaran dalam berjuang menyebarkan Islam.
Oleh karena itu, tidak heran jika umat Islam tak henti-hentinya merayakan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada nabi, seperti Isra Mi’raj, maulid, dan lainnya. Dalam kesempatan ini, penulis akan membahas perihal hukum merayakan Isra Mi’raj Nabi Muhammad, sebagaimana lumrah dirayakan oleh umat Islam di belahan dunia. Hal ini sangat penting untuk dibahas, untuk memberikan edukasi kepada umat Islam perihal hukum perayaan tersebut.
Isra Mi’raj adalah dua peristiwa luar biasa dalam Islam, di mana Allah swt memperjalankan Nabi Muhammd dari Masjidilharam Makkah, menuju Masjidil Aqsha Paletina, kemudian nabi pergi melintasi lapisan-lapisan langit tertinggi sampai batas yang tidak dapat dijangkau pengetahuan malaikat, manusia, maupun jin, dengan mengendarai Buraq. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an, yaitu:
سُبْØَانَ الَّذِÙŠ Ø£َسْرَÙ‰ بِعَبْدِÙ‡ِ Ù„َÙŠْÙ„ًا Ù…ِÙ†َ الْÙ…َسْجِدِ الْØَرَامِ Ø¥ِÙ„َÙ‰ الْÙ…َسْجِدِ الْØ£َÙ‚ْصَÙ‰ الَّذِÙŠ بَارَÙƒْÙ†َا ØَÙˆْÙ„َÙ‡ُ Ù„ِÙ†ُرِÙŠَÙ‡ُ Ù…ِÙ†ْ آيَاتِÙ†َا Ø¥ِÙ†َّÙ‡ُ Ù‡ُÙˆَ السَّÙ…ِيعُ الْبَصِيرُ

0 Komentar