Keorganisasian
Korps PMII Putri disingkat KOPRI merupakan wadah pengembangan perempuan PMII. KOPRI merupakan badan semi otonom PMII yang mempunyai kekhususan untuk membentuk struktur organisasi secara hirarki saling berkoordinasi terkait pola hubungan, mekanisme pemilihan, tata administrasi dan menangani isu perempuan secara umum.Didalam KOPRI ini ada Panca Norma KOPRI yang berisi :
Emansipasi wanita berarti memberikan hak-hak yang samakepada wanita sederajat dengan kaum pria.
Etika yang meliputi seluruh aspek hidup dan kehidupan, baik dalam bentukk pengabdian kepada tuhan maupunantar sesama manusia.
Mahasiswa putri islam ini mempunyai pandangan yang berbeda dibanding dengan yang lainnya. Mempunyai kesatuan dalam totalitas berorganisasi tanpa melarutkan sifat dan ciri-ciri kewanitaannya sebagai fitrah dan kondisi potensial yang dimilikinya.
Dimaksudkan kita sebagai organisasi yg dinaungi oleh PMII jika PMII ada event-event kita bisa ikut andil didalam event-event tersebut.
Partisipasi KOPRI dalam event-event masyarakat merupakan pembaktian yang mesti dituntut lebih dahuluagar tidak menyimpang dari norma-norma agama, revolusidan kemasyarakatan.
Selain ada panca norma KOPRI ada juga NKK, NKK (NilaiKader KOPRI) merupakan sarana kader KOPRI untuk mengenal, melihat dirinya sendiri dan bahkan mengharapkanyang lain untuk melihat.
Tidak menjadikan kader KOPRI menjadi kader yang kagetan, dapat beradaptasi dengan keadaan secara cepat, Memliki intelektual yang tinggi.
Antara laki-laki dan perempuan mempunyai hak yang sama
Memiliki pribadi yang dinamis dan kreatif ditunjang dengan tindakan, intelegensi dan kasih sayang.
KOPRI dalam melakukan kegiatan tidak akan meninggalkan sifat-sifat kewanitaannya.
Ideologi politik organisasi (IPO) KOPRI
Aswaja hadir dalam tubuh PMII sebagai landasan dan corong berfikir kader untuk melakukan perubahan kebaikan dalam tata masyarakat yg berkembang. Prinsip Aswaja, Al-khuriyah (pembebasan), al-‘adalah (keadilan), al-musawwamah (kesetaraan).
Kondisi KOPRI saat ini:
-Kaderisasi merupakan proses pembentukan kader.
-Kaderisasi ada formal (Ex : SIG,SKK,dll), non formal (Ex :Kajian,dll), dan informal (Ex :kedekatan emosional).
-Masalah yang muncul pada sistem kaderisasi yaitu kaderisasi terbelenggu di sistem kaderisasi formal & non formal. Padahal kaderisasi informal akan berdampak lebih besar dari kedua hal tersebut.
-Kaderisasi informal membentuk kekeluargaan (rasa saling memiliki antar sahabat), tanpa disadari nantinya kader akan memiliki loyalitas yang tinggi terhadap organisasi.
-Kaderisasi bersifat dinamis, maka dari itu seharusnya pengurus kaderisasi dapat menghadirkan formulasi yang menarik dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh kader seiring berjalannya waktu.
ADMINISTRASI
Keabsahan administrasi KOPRI disahkan oleh stuktur masing-masing disetiap level kepengurusan. Administrasi KOPRI didalamnya membahas tentang persuratan dan keuangan. Didalam persuratan membahas tentang isi didalam surat, sistematika surat, bentuk surat, jenis surat, kertas surat, nomor surat. Ada juga juga menjelaskan tentang stempel, buku agenda, buku kas, dan bendera KOPRI. Didalam keuangan itu membahas tentang sumber dana KOPRI, transparansi keuangan dan inventarisasi.
Sumber: MUSPIMNAS PMII 2019 & Grand Design Kaderisasi
Penulis: Sahabat Intan Nuraeni
0 Komentar